Showing posts with label Festival Dieng. Show all posts
Showing posts with label Festival Dieng. Show all posts

Tuesday, April 5, 2016

Ini Dia Bukti Bahwa Dieng itu Romantis


Dieng memang romantis. Pesona keindahan berbagai tempat di Dieng akan membuat Anda dan pasangan terbuai dan hanyut dalam romansa alamya. Belum percaya? Langsung saja, ini dia bukti bahwa Dieng itu romantis.

Romantisnya Golden Sunrise Bukit Sikunir

Ini dia salah satu tempat romantis di Dieng, Bukit Sikunir. Lautan awan menghampar menyelimuti lanskap Desa sembungan dan Dataran Tinggi Dieng dapat dilihat dari atas Puncak Bukit Sikunir. Sementara sejajar dengan arah pandang tampak garis cahaya jingga malu-malu mulai menampakan pesonanya.

Itulah Golden Sunrise di Bukit Sikunir yang katanya sih merupakan Spot untuk melihat Sunrise terbaik di Jawa. Benar-benar suasana romantis yang diidam-idamkan pasangan kekasih.


Barang Bukti 1: Bukit Sikunir Dieng Credit :@ricko_prasetya / instagram

Gunung Prau Dieng Juga Romantis

Tentu bukan Golden Sunrise Sikunir saja keindahan yang dimiliki Dieng. Ada juga Gunung Prau dengan bukit Teletubies serta lautan bunga Daisynya yang tumbuh serentak di musim penghujan.
Sunrise di Gunung Prau juga tak kalah romantis dengan Sunrise Sikunir.


Barang bukti 2 : Gunung Prau Dieng via GunungPrau.org

Di Antara Dua Sisi Wajah Telaga Warna

Ada juga Telaga Warna dengan dua sisi wajah yang sama-sama mempesona dilihat dari sisi Batu Ratapan Angin maupun Bukit Sidengkeng. Kedua Tempat tersebut sangat cocok untuk sesi  foto prewedding.

Berfoto berdua dengan latar belakang Telaga Warna serta lekuk bukit pegunungan Dieng, kurang romantis apa coba.


Barang bukti 3 : Batu ratapan angin, Credit : Hamba Allah

Syahdu Sendu Hening Sunyi Telaga Dringo

Sulitnya akses ke Telaga Dringo memang membutuhkan kerja keras untuk mencapainya. Tapi bukankah kebahagiaan selalu butuh pengorbanan? Dan jangan khawatir, lelah letih tenaga yang kamu korbankan untuk mencapai Telaga dekat Sumur Jalatunda ini akan terbayar sesampainya di sana.


Barang Bukti 4: Telaga Dringo Dieng Credit : @putrifns / instagram

Telaga paling natural di Dieng ini menawarkan pemandangan indah dengan latar belakang perbukitan yang masih ditumbuhi pepohonan lebat di sekitarnya. Situasinya yang tenang, bersih dan sejuk cocok bagi mereka yang mendambakan suasana syahdu mendayu di alam terbuka.

Berjalan Berdua di Antara Bunga-Bunga


Barang Bukti 5 :Komplek Candi Arjuna  Credit :  @sallyindah / instagram

Bahkan jalan setapak kecil diantara bunga kecubung yang menghubungkan antara lokasi komplek candi arjuna dengan Candi Gatutkaca serta Museum Kailasa  pun siap membawa melankolia istimewa bagi kalian yang berkunjung bersama pasangan.

Berjalan berdua bergandengan tangan di antara bunga-bunga. Duh..

Lampion dan Kembang Api

Dan yang paling mutakhir romantisnya adalah malam Pelepasan Lampion dan Kembang Api dalam even Festival Dieng.


Barang Bukti 6 : Dieng culture Festival  Credit: Fahmi @fahmiadimara

Langit malam yang pecah oleh gemerlap cahaya dan wajah-wajah hangat penuh tawa menyatu dalam suasana yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Maka, siap-siaplah Baper dalam suhu udara Dieng yang dingin namun hangat suasananya di  acara pelepasan lampion yang merupakan bagian dari even DCF ini.

Dieng Culture Festival merupakan acara tahunan yang tahun ini akan diadakan di awal Agustus 2016 dan merupakan acara ke tujuh kalinya  sejak awal diselenggarakan tahun 2010 lalu. Karena itu, buruan ajak pasangan kamu datang ke acara paling romantis ini!
Lebih lengkap tentang DCF baca  : Dieng Culture Festival

Lantas bagaimana dengan yang datang sendirian? Mohon jangan memanjat dinding Candi.


Komplek Candi arjuna Credit :@monedhwongso / instagram

Demikianlah fakta singkat bahwa Dieng itu romantis. Yang tidak Percaya durhaka kamu, Nak!

Wednesday, February 10, 2016

Dieng Culture Festival 2016

Dieng Culture Festival  atau sering juga disingkat DCF yang tahun 2016 ini menginjak tahun ke 7 bermula dari sebuah Tradisi rutin prosesi pencukuran bocah rambut Gimbal Dieng yang telah diadakan sejak nenek moyang dulu.

Atas prakarsa Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa, Sejak tahun 2010  Acara Tradisi ini kemudian dikemas secara berbeda dengan tujuan untuk lebih menjaga, mengentalkan dan melestarikan tradisi warisan budaya ini di lingkup masyarakat Dieng pada khususnya, sekaligus sebagai ajang mengenalkan budaya daerah Dieng pada masyarakat Indonesia serta Dunia.




Sekilas tentang anak Bajang atau Bocah Gimbal Dieng.



Menurut tetua adat Desa Dieng Bapak Naryono,  Bocah Rambut Gimbal atau dikenal juga dengan sebutan anak Bajang merupakan titisan dari Eyang Agung Kaladete dan Nini Ronce yang adalah leluhur pertama warga masyarakat Dieng.

Kepercayaan tersebut yang membuat warga masyarakat Dieng meyakini bahwa Anak Bajang atau bocah rambut Gimbal tidak diperbolehkan dicukur rambutnya secara sembarangan seperti kebiasaan pada umumnya orang memotong rambut.

bocah gimbal dieng via @jakartagreatparents /instagram

Konon, Jika rambut bocah Gimbal tersebut dipotong tanpa melalui prosesi khusus maka si bocah gimbal tersebut bisa jatuh Sakit, mendatangkan kesialan dan -aneh tapi nyata- rambut bocah Gimbal tersebut akan tumbuh lagi dan menggimbal seperti sebelumnya. Itulah mengapa tradisi ritual pencukuran bocah rambut Gimbal terus berlangsung secara turun temurun hingga sekarang yang kemudian menjadi latar belakang terlahirnya event Dieng Culture Festival.

Dieng Culture Festival VII 2016

Festival Budaya tahunan Dieng yang ditunggu-tunggu ini memang baru akan dilaksanakan tanggal 5,6 dan 7 Agustus 2016, namun Persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari dimana peresmian / launching  dan Penetapan tanggal diadakannya Dieng Culture Festival ke 7 ini telah secara resmi diumumkan pada awal Januari 2016 kemarin.

Program Acara Dieng Culture Festival ke 7  kurang lebih hampir sama dengan  Festival Dieng tahun sebelumnya yang tentunya dengan Inovasi dan tambahan  kejutan acara-acara  yang lebih  menarik.

Prosesi Pemotongan Rambut Gimbal

Dalam upacara Pemotongan Rambut Gimbal  yang merupakan Puncak acara DCF Vll, anda akan diajak menyaksikan secara runut  prosesi pemotongan rambut Gimbal dengan segenap rangkaian ritual yang sudah menjadi tradisi masyarakat Dieng bertahun-tahun lamanya.

Pesta Lampion dan Kembang Api.


pesta lampion dan kembang api menerangi langit dieng. sumber foto:instagram.

Pesta Lampion dan Pesta Kembang Api adalah salah satu acara paling ditunggu-tunggu dalam Dieng Culture Festival setiap tahunnya.

Siap-siaplah terbawa suasana romantis saat langit malam Dieng diserbu ratusan lampion kertas yang menyala-nyala diselingi meriahnya pendar kembang api.

Pesta lampion dan Kembang api ini biasanya dilaksanakan pada hari kedua perayaan Dieng Culture Festival.

Jazz atas Awan dan Pergelaran Seni Tradisional Dieng.

Jazz Atas Awan
Penampakan.. eh Penampilan Mbah Sudjiwo Tedjo at Jazz atas Awan 2015 via @nouddykorua/insstagram

Tema "akulturasi Budaya" menjadi sangat kental terasa saat secara bergantian Pergelaran Seni tradisional sebagai perwakilan budaya nenek moyang disusul dengan pergelaran Musik Jazz yang mewakili budaya modern. Di Dieng Culture Festival anda dapat menyaksikan semua itu dalam satu rangkaian program acara Budaya yang digagas Pokdarwis Dieng Pandawa ini.


Agenda, Jadwal Acara dan Info Tiket Dieng Culture Festival

Berikut adalah agenda dan jadwal acara Dieng Culture Festival sebagaimana dirilis Kelompok Sadar Wisata Dieng selaku panitia dalam laman resminya. Jadwal dibawah masih bisa berubah sewaktu-waktu.

Hari Pertama (5 Agustus 2016)
  • Pembukaan Dieng Culture Festival ke 7 (2016) yang rencananya akan dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Bp. Ganjar Pranowo. [ 14:00 WIB]
  • Maiyahan yang InsyaAllah akan menghadirkan Cak Nun dan Kiai Kanjeng.[15:00 WIB]
  • Pergelaran Musik Jazz dalam tajuk Jazz Atas Awan [20:00 WIB]

Hari kedua (6 Agustus 2016)
  • Berburu Sunrise di Bukit Pangonan Semurup dalam EKSPEDISI PANGONAN. [04:00 WIB]
  • Acara Jalan Santai disertai Pengundian Doorprize bagi peserta yang ikut serta [07:00 WIB]
  • Acara minum purwaceng serentak usai Jalan santai [09:00 WIB]
  • Rangkaian acara Seni budaya Tradisional , Kontemporer dan lain-lain dalam Parade Seni Budaya [10:00 WIB]
  • Pesta Lampion dan Kembang Api [19:00 WIB]

Hari ketiga (7 Agustus 2016)
  • Iring-iringan Pengantar anak bajang sebagai awal prosesi pencukuran rambut gimbal dalam Kirab Budaya [06:00 WIB]
  • Upacara Jamasan yang diadakan di Komplek Darmasala [09:00 WIB]
  • Puncak acara ruwatan dan pemotongan anak Bajang atau Bocah rambut gimbal [10:00 WIB]
  • Pelarungan rambut Gimbal hasil dicukur di Kawasan wisata Telaga Warna [13:00 WIB]

Tips Penting: Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, dimana banyak yang harus kecewa kehabisan Tiket DCF dan kesulitan mendapatkan Penginapan dekat Dieng. Bagi anda yang ingin ikut serta menyaksikan acara Dieng Culture Festival 2016, ada baiknya mempersiapkan segala  keperluan sedari jauh-jauh hari sebelum acara berlangsung.

Bantuan info pembelian Tiket dan Booking Penginapan Dieng Culture Festival 2016 klik disini.

Open Trip Dieng Culture Festival 2016 baca disini.